‘Jendela Seribu Sungai’ : Kisah 3 Sahabat Wujudkan Cita-Cita yang Tersandera Keinginan dan Harapan Orang Tua

Film 'Jendela Seribu Sungai' kisahkan upaya dan semangat anak-anak Banjarmasin yang bertekad wujudkan cita-cita mereka.

Film ‘Jendela Seribu Sungai’ kisahkan upaya dan semangat anak-anak Banjarmasin yang bertekad wujudkan cita-cita mereka.
iniSURABAYA.com – Di tengah maraknya film dengan genre horor, Radepa Studio memberanikan diri menyodorkan film untuk anak-anak berjudul ‘Jendela Seribu Sungai’. Untuk menghadirkan film yang diangkat dari novel dengan judul sama karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli ini, Radepa Studio menggandeng Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Banjarmasin berikut ‘seribu sungai’-nya menjadi latar cerita dan latar kehidupan tiga tokoh anak, Kejora, Bunga, dan Arian,” ungkap Aris Muda, produser ‘Jendela Seribu Sungai’ kepada iniSurabaya.com, Selasa (25/7/2023).
Selain Banjarmasin, ‘Jendela Seribu Sungai’ juga menyuguhkan lokasi produksi di tanah Loksado dan lekuk dan liuk sungai-sungai di pegunungan Meratus. “Sungai berliku dan air mengalir juga menjadi metafora tentang perjuangan anak-anak dalam mewujudkan cita-cita. Penuh liku, namun tetap harus terwujud,” tandas Aris Muda.
Diakui, film garapan sutradara Jay Sukmo ini punya momentum menarik karena rilis di Hari Anak Nasional 2023. Film dengan genre drama keluarga ini diharapkan menjadi film yang tak hanya menghibur, tetapi juga inspiratif, terutama bagi generasi muda.
Perjuangan Kejora, Arian, dan Bunga yang tinggal di tepian Sungai Martapura berusaha keras mewujudkan cita-cita mereka. Perjuangan mereka inilah digambarkan seperti air sungai yang terus mengalir, meski ada kebuntuan.
















