
Andima Management kembali menggelar International Kids Fashion Festive, dan kali ini diadakan di Grand City Mall Surabaya.
Dia mengatakan, pertumbuhan atau jumlah desainer anak saat ini semakin banyak. Bahkan hampir di setiap kota besar, ada desainer baju anak-anak dengan local brand masing-masing. Mereka mampu menggaet pasar sekaligus menciptakan trennya sendiri.
Anak-anak pun semakin punya banyak pilihan untuk tampil stylish dengan baju buatan anak negeri. “Sebagai pioner acara anak, Andima ingin ada fashion show khusus busana anak-anak seperti yang ada di Paris. Makanya kami menggagas kembali International Kids Fashion Festive Session II ini karena memang responsnya luar biasa,” tandasnya.
Tahun ini Andima Management mengusung tema besar yakni ‘Transformation’. Tema itu memudahkan para desainer untuk bisa lebih fokus dalam membuat koleksi untuk fashion show kali ini.
‘Transformation’, lanjut Andreas, merupakan tema yang berangkat dari semangat untuk bertransformasi. Artinya, baju yang dikenakan untuk fashion show tidak hanya cantik saat di atas stage. Tetapi baju tersebut juga bisa langsung diproduksi sebagai daily wear alias pakaian sehari-hari.
“Kami ingin para desainer membuat baju yang bukan hanya dipakai saat fashion show di atas panggung. Melainkan bisa langsung mengarah pada produksi yang lebih banyak untuk dijual. Baju yang bisa langsung dipakai meski sudah tidak fashion show. Bahkan meskipun itu adalah jenis baju pesta, tapi masih bisa nyambung ketika langsung dipakai jalan-jalan,” urainya.
















