Gunakan Poster untuk Kampanye Kesetaraan Gender, Guru SDN Durungbanjar Sidoarjo Beri Alasan Menarik Ini

0
1275

SDN Durungbanjar menerapkan kesetaraan gender dalam setiap kegiatan di sekolah tersebut bisa dilakukan murid laki-laki maupun perempuan.

Konsep responsif gender juga dimasukkan dalam semua Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Di kelas V, untuk memudahkan anak didik menghapal, guru kerap membuat singkatan yang menarik ketika menjelaskan materi.

Misalnya ketika membahas kekayaan budaya Indonesia, guru membuat singkatan Parutan yang kepanjangannya adalah Pakaian adat, Rumah adat, dan Tarian tradisional.

Supaya proses pengenalan menarik guru membuat media peta Indonesia yang ditempelkan di stereofoam. Masing-masing gambar Parutan di tempel di lidi. Siswa diminta untuk memasangkan gambar Parutan itu di provinsi yang sesuai.

Di bagian tarian tradisional guru tak lupa memasukkan responsif gender ketika menjelaskan jika kegiatan itu tak hanya dilakukan oleh perempuan karena laki-laki juga sangat diperbolehkan untuk menari.

Tak hanya diberi penjelasan, di akhir semester dua siswa juga menampilkan tarian Kancet Papatai dari Kalimantan Timur di kelas.

Tarian itu dilakukan oleh siswa laki-laki dan perempuan. Lewat tarian itu peserta didik tidak hanya paham tapi juga langsung mempraktekkan kalau kegiatan tersebut dapat dilakukan siapa saja.

1 2 3 4 5

Comments are closed.