Gunakan Poster untuk Kampanye Kesetaraan Gender, Guru SDN Durungbanjar Sidoarjo Beri Alasan Menarik Ini

0
1274


Di situ termuat tulisan, ‘Kami adalah Sama’. Mulanya murid bertanya-tanya tentang makna poster. Saat itulah guru hadir memberikan penjelasan.

Baik Eva maupun Peni menandaskan, penggunaan media poster ini dianggap efektif karena dimulai dari rasa keingintahuan siswa terlebih dulu.

“Apalagi dalam pemasangan poster, guru juga melibatkan siswa, sehingga memunculkan rasa ikut memiliki,” papar Eva.

Sementara Peni menambahkan, guru tidak hanya membuat media poster untuk mendukung pembelajaran yang mengacu responsif gender. “Guru juga membangun organisasi kelas yang responsif gender,” urainya.

Sebelum mengikuti SRG, kata Peni, hampir semua tugas yang terkait dengan kepemimpinan pasti dipercayakan kepada anak didik laki-laki. Dari petugas pemimpin upacara, ketua kelas, ketua kelompok, hingga pemimpin kegiatan baris pasti anak laki-laki.

Sementara anak didik perempuan umumnya akan menjabat sebagai sekretaris atau bendahara. “Guru meyakini jika anak laki-laki memiliki kelebihan dalam hal ketangkasan, kekuatan, dan kecerdasan motorik. Sementara anak perempuan dianggap memiliki kelebihan di bidang akademis,” cetusnya.

1 2 3 4 5

Comments are closed.