Heritage Wedding Fair: JW Marriott Hotel Surabaya Usung Tradisi Budaya Nusantara dalam Kemasan Modern

0
1717


Begitu pula Sop Ikan Patin yang diusung dari daerah Timur dan biasanya disajikan dalam bentuk utuh.

“Kali ini (ikannya) dihancurkan. Jadi orang yang makan tidak perlu khawatir karena ada duri. Daging pun sudah lembut dengan kuah yang diberi bumbu-bumbu rempah,” tuturnya.

Untuk sambal, kata Chef Rio, disajikan terpisah. Jadi tingkat kepedasannya bisa dinikmati sesuai selera.

Sebagai menu utama dihadirkan Iga Bakar Solo. “Iga Bakar hampir selalu ada di setiap daerah. Tetapi di sajian ini diambil yang khas Solo dengan cita rasa manisnya dan rempah-rempah Jawa. Ada ketumbar, ada kecap, juga ada gula Jawa,” urai chef yang lama tinggal di Bali ini.

Sebagai menu penutup, diambil dari daerah Menado, yaitu klappertaart cake yang dipresentasikan secara modern. “Biasanya dibentuk dari cetakan besar yang kemudian dipotong-potong. Kali ini langsung disuguhkan dalam bentuk per-porsi sehingga kesannya lebih high class,” tandasnya.

Heritage Wedding Fair
Ditemui di tempat yang sama, Cristina Lawby, Marketing Executive JW Marriott Hotel Surabaya mengaku gelaran wedding showcase kali ini mengangkat tema tradisional.

1 2 3 4 5

Comments are closed.