
Associate Professor Monash University, Shirin Malekpour, terlibat menulis Laporan Pembangunan Berkelanjutan Global PBB 2023 yang baru dirilis menekankan pentingnya rencana aksi nyata, kekuatan solusi berbasis alam yang melibatkan komunitas lokal, serta upaya lintas sektoral sebagai kolaborasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030.
Laporan ini juga menyoroti tantangan mendesak berupa kemacetan dan polusi di wilayah perkotaan, yang mendorong para pemimpin kota di seluruh dunia untuk mencari solusi inovatif berbasis alam. Menariknya, kota Bandung disebutkan dalam laporan tersebut karena langkah proaktifnya dalam mengubah lanskap kotanya demi keberlanjutan dan peningkatan kualitas hidup.
Langkah-langkah ini termasuk mendesain ulang tata ruang jalan agar lebih nyaman untuk ditinggali, serta membangun area sosial sehingga masyarakat dapat duduk dan bersantai, lengkap dengan koneksi Wi-Fi di beberapa bangku untuk membantu anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), serta ruang komunal untuk merayakan budaya, festival, dan berbagai gelaran acara.
Pentingnya investasi pada solusi berbasis alam, sebagaimana diuraikan dalam laporan ini, juga sejalan dengan Projek Transformasi Sungai Citarum yang sudah berlangsung selama lima tahun melibatkan Monash University.
Upaya kolaborasi antara Monash Art, Design & Architecture (MADA) dan MSDI ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Republik Indonesia, bertujuan menjalin sinergi dengan berbagai komunitas untuk bersama-sama menciptakan solusi manajemen air dan limbah melalui desain perkotaan yang terintegrasi.
Projek ini berupaya memberikan solusi holistik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) yang rentan. Komponen utama dari inisiatif ini mencakup visi 30 tahun pengembangan Rencana Induk Ekowisata Citarik, serta kerangka perencanaan tata ruang untuk ekowisata berbasis alam di sepanjang DAS Citarik.
















