
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya mengundang pengusaha di Jl Kembang Jepun untuk berdikusi terkait upaya Pemkot Surabaya mengoptimalkan kawasan Surabaya Utara itu sebagai destinasi wisata.
“Jadi saya minta tolong yang mengecat adalah pemilik bangunan sehingga mengubah wajah kota. Saya juga ingin hilangkan kesan kumuh kawasan Kembang Jepun. Kami akan pasang lampu-lampu di sana yang identik seperti di Cina, kalau Tunjungan seperti Eropa,” kata dia.
Agar semakin menguatkan identitas Kampung Pecinan, Eri Cahyadi meminta setiap pemilik usaha juga memasang papan nama toko berbahasa Mandarin dan Indonesia. Hal ini bertujuan untuk lebih menguatkan kembali identitas kawasan itu sebagai Kampung Pecinan.
“Kalau ingin meramaikan Kembang Jepun, maka daerah pertokoan itu dikasih tulisan Bahasa Cina dan Indonesia. Sehingga ini akan menjadi tempat wisata sendiri dan tidak mati,” ujar pria yang akrab disapa Cak Eri ini.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa sendiri dalam menggeliatkan destinasi wisata Kampung Pecinan. Karena itu, dibutuhkan dukungan dan peran serta para pemilik usaha atau pertokoan di wilayah setempat.
“Membangun Surabaya itu butuh gotong-royong, karena tidak mungkin pemerintahnya sendiri. Kawasan-kawasan itu ingin kami bangun dengan bantuan para pemilik. Makanya hari ini saya kumpulkan semua agar bergerak dari hati ke hati, untuk menjaga rumahnya,” tuturnya.
















