
ILUSTRASI : Olahraga yang tepat mendorong optimalisasi fungsi kognitif dan memori untuk meminimalisir kecemasan dan risiko depresi. (foto-foto: dok IG Muscle First)

ILUSTRASI : Olahraga yang tepat mendorong optimalisasi fungsi kognitif dan memori untuk meminimalisir kecemasan dan risiko depresi. (foto-foto: dok IG Muscle First)
iniSURABAYA.com – Rutin berolahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, namun juga mampu meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup?
Sebuah studi oleh University of Michigan, Amerika Serikat (AS) memaparkan bahwa olahraga sekecil apapun memiliki manfaat positif pada segala usia, mendorong optimalisasi fungsi kognitif dan memori untuk meminimalisir kecemasan dan risiko depresi.
Namun, ketika seseorang mulai menikmati rutinitas berolahraga, seringkali lupa untuk menakar kemampuan tubuhnya sehingga riskan memicu cedera pada otot akibat latihan fisik yang berlebih. Hasilnya, otot-otot pun mengalami kontraksi yang memicu rasa sakit pada area penggerak aktif seperti sekitar sendi dan tulang tangan atau kaki.
Sally Varsly, Founder Muscle First mengaku, sebenarnya belum ada kriteria yang jelas untuk mendefinisikan seberapa sering atau seberapa berat aktivitas fisik disebut sebagai olahraga yang berlebihan. Namun, jika seseorang mengalami beberapa tanda khusus, seperti konsentrasi mendadak buyar dan jantung terus berdetak kencang meski sudah melakukan jeda istirahat, maka kemungkinan besar olahraga yang dijalani sudah melebihi batas kemampuan tubuh.
“Jika tidak segera disadari, hal tersebut dapat mengurangi performa fisik setelah berolahraga dan bahkan berisiko memicu gangguan kesehatan yang tidak main-main,” tegas Sally Varsly.
















