Anak Jalanan Sanggar Alang-Alang Ungkapkan Makna Kepahlawanan di Antologi Puisi ‘Pahlawanku’

0
2063

Peristiwa itu menggugah kesadaran Didit untuk menolong mereka. Maka sepulang kerja, ia menemui anak-anak jalanan itu. Mereka biasanya berkumpul di depan teras kantor Organda, di sebelah WC umum.

Selang tiga minggu, banyak anak jalanan yang tertarik untuk mendengarkan obrolan dan nasehat Didit.

Maka pada 16 April 1999, secara resmi Didit mendirikan Sanggar Seni Alang-Alang beranggotakan anak-anak jalanan itu. Perjalanan Sanggar Alang-Alang ini diceritakan oleh Bunda Esha, istri Didit Hape, lewat karya puisinya yang menyentuh, ‘Bapak Anak Negeri’.

Bersama istrinya, Didit bahu membahu membina anak-anak jalanan itu, khususnya di bidang seni.

Perjuangan dan kegigihan Didit Hape. Ratusan piala dan piagam hasil kejuaraan lomba musik, tari, lukis dan olahraga berjajar rapi di etalase sanggar.

1 2 3 4 5 6

Comments are closed.