Anak Jalanan Sanggar Alang-Alang Ungkapkan Makna Kepahlawanan di Antologi Puisi ‘Pahlawanku’

Anak-anak Sanggar Alang-Alang merilis buku antologi puisi 'Pahlawanku'.
Sehari-hari Ning Samsul, panggilan kesehariannya, berjualan kopi, es teh dan sebagainya di kawasan padat penduduk tersebut.
Penerbitan buku antologi puisi tersebut dipromotori oleh Krismaryono, mantan reporter RRI Surabaya dan didukung oleh Yayasan Swayanaka Indonesia, organisasi non-profit yang bergerak di bidang kesejahteraan anak.
Disamping baca puisi dan musik, perilisan buku ‘Pahlawanku’ juga diisi talk show yang menghadirkan Didit HP, sang pendiri Sanggar Seni Alang-Alang, dr Sundari Manopo, aktivis Peduli Sosial & Anak dan founder Swayanaka Indonesia. Aming Aminoedhin –sang ‘Presiden Penyair’—pun turut memeriahkan acara talk show yang dipandu presenter cilik, Adinda Jasmine itu.
Melecut Motivasi
Menurut dr Sundari Manopo, kehadiran buku antologi puisi ini akan melecut motivasi anak-anak lain untuk berkarya nyata. Dari pengalamannya sebagai aktivis peduli sosial, banyak anak jalanan yang kesulitan mengekspresikan emosi, sehingga bertindak hal-hal yang kurang baik.
Maka melalui buku antologi ini akan menjadi wadah untuk berkreasi. Khusus mengenai judul buku antologi puisi ini, Sundari berpendapat bahwa anak-anak jalanan itu sebenarnya adalah pahlawan, dalam lingkup kecil.

















