Antisipasi Munculnya Pneumonia Misterius, Dinkes Kota Surabaya Lakukan Langkah Berikut Ini

0
354

Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya

iniSURABAYA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menegaskan belum ditemukan kasus pneumonia misterius di Kota Surabaya. Meski demikian, Dinkes Kota Surabaya melakukan sejumlah langkah antisipasi guna mencegah munculnya pneumonia misterius tersebut di Kota Pahlawan.

Menurut Nanik Sukristina, Kepala Dinkes Kota Surabaya, sejumlah langkah antisipasi yang dilakukan di antaranya mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) se-Kota Surabaya agar meningkatkan upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan pendekatan.

“Meningkatkan kewaspadaan dini, serta meningkatkan standar dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh Fasyankes terutama terhadap kasus yang dicurigai pneumonia,” tegasnya.

Dinkes Kota Surabaya juga terus menyebarluaskan informasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit Pneumonia misterius dan pentingnya Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program Imunisasi Nasional yang diberikan sebanyak dua kali pada usia 2-11 bulan dan satu kali pada usia 12-24 bulan sebagai upaya pencegahan penyakit pneumonia melalui Fasyankes di masing-masing wilayah.

“Mengimbau kepada Fasyankes untuk melaporkan setiap penemuan kasus yang dicurigai pneumonia misterius ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam waktu kurang dari 24 jam,” tandasnya.

Nanik juga mengimbau kepada masyarakat, bila seseorang yang mempunyai riwayat perjalanan ke negara/wilayah terjangkit dan mempunyai gejala sakit pneumonia, seperti batuk kering atau berdahak, demam >38 derajat celcius, sesak nafas, nyeri dada ketika bernafas, kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan diare, untuk segera melapor dan berobat ke Fasyankes terdekat.

“Kami juga melakukan pemantauan perkembangan kasus dan negara terjangkit di tingkat global melalui website resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu https://kemkes.go.id/,” pungkasnya. wid

Comments are closed.