
ILUSTRASI : anak memerlukan asupan MPASI yang tepat untuk mendapatkan zat besi yang memadai.
Hambatan yang sering ditemui dalam penggunaan MPASI rumah tangga adalah kesulitan untuk menentukan kandungan nutrisi secara akurat dan daya terima anak yang mempengaruhi jumlah konsumsi karena ukuran lambung anak yang kecil.
“Kedua hal ini sangat menentukan kecukupan asupan zat gizi anak setiap hari,” paparnya.
Penelitian tim Irawan R di Indonesia menunjukkan bayi berusia 6–24 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan dan mengonsumsi MPASI rumahan mempunyai kadar hemoglobin dan zat besi yang lebih rendah, serta risiko lebih tinggi mengalami stunted (perawakan pendek) dan wasted (gizi kurang) dibandingkan bayi yang mengonsumsi MPASI fortifikasi kemasan.
Selain itu, penelitian Csölle I dan kawan-kawanjuga menunjukkan bahwa pemberian MPASI fortifikasi pada bayi dapat mengurangi risiko anemia.
“Orang tua dapat menggunakan MPASI rumahan dan MPASI fortifikasi untuk mencegah ADB pada bayi. MPASI fortifikasi kemasan dapat menjadi alternatif untuk digunakan secara tunggal atau kombinasi dengan MPASI rumahan agar memastikan asupan zat gizi makro dan mikro yang adekuat pada bayi,” pungkasnya. */ana
















