
ILUSTRASI : anak memerlukan asupan MPASI yang tepat untuk mendapatkan zat besi yang memadai.
Lanny menyatakan, ibu dapat memberikan MPASI rumahan maupun MPASI fortifikasi komersial. “Kelebihan MPASI rumahan adalah rasa yang beraneka-ragam dan biaya yang murah,” ujarnya.
“Namun MPASI rumahan memiliki risiko lebih tinggi kontaminasi mikroba selama penyiapan, penyimpanan, dan proses pemberian makan, serta kejadian tersedak jika tekstur makan yang diberikan tidak sesuai usia bila dibandingkan MPASI fortifikasi kemasan,” imbuhnya.
Di Indonesia, kata Lanny, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengawasi dengan ketat produk MPASI komersial termasuk MPASI fortifikasi.
Kandungan nutrisi dalam MPASI fortifikasi tak hanya harus mengikuti peraturan BPOM RI namun juga harus sesuai Codex Alimentarius yang diinisiasi oleh FAO/WHO (Food and Agriculture Organization of the United
Nations/World Health Organization), serta diperkaya zat gizi tertentu (besi, yodium, seng, vitamin D, dsb) untuk memastikan asupan zat gizi yang adekuat sehingga anak dapat bertumbuhkembang secara optimal.
















