
ILUSTRASI : Airbag menjadi penyelamat pengemudi dari benturan ketika terjadi kecelakaan.
Sensor tersebut berada di bagian depan dan langsung mengirim sinyal serta membuat kawat mekanisme kantong udara jadi panas.
Kemudian, dengan cepat hasil panas itu menjadi sejumlah gas nitrogen yang mengisi kantong udara.
Kondisi tersebut membuat airbag mengembang cepat. Setelah membentur kepala pengemudi atau bagian tubuh lainnya, secara perlahan airbag mulai mengempis karena nitrogen mulai keluar.
Sekadar diketahui, gas nitrogen dari airbag bukan gas yang berbahaya untuk tubuh. Pasalnya, nitrogen menyumbang sekitar 78 persen komposisi udara yang dihirup sehari-hari, bermanfaat agar kantong udara tidak menempel atau jadi lengket saat masih terlipat.
Umumnya, airbag terletak di beberapa titik, seperti di setir untuk pengemudi, dan di dashboard kursi depan untuk penumpang. Sementara itu, untuk penumpang di kursi belakang, biasanya airbag tersimpan di jok depan bagian belakang.

















