
Makam Joko Jumput di Jalan Praban nomor 6, nyempil di antara dua bangunan toko di pusat Kota Surabaya.
Karena itu pula, lomba yang baru pertama kalinya diadakan PHMI ini mengangkat tema ‘Surabaya Tourism Hidden Gem’. “Kami yakin banyak sisi menarik Surabaya yang belum banyak diketahui masyarakat. Dan upaya jurnalis dalam menggali potensi-potensi itu diharapkan makin banyak menarik perhatian masyarakat luar kota hadir ke Surabaya,” paparnya.
Dan target berikutnya, lanjut Arief, adalah berimbas pada tingkat hunian hotel di kota ini. “Kegiatan lomba jurnalistik ini tentu tidak berhenti di sini. Karya para finalis ini –setelah dikoreksi kembali oleh para penulisnya sehingga lebih lengkap sesuai arahan juri, akan dijadikan buku dan kami jadikan kado ulang tahun ke-731 Kota Surabaya,” ungkapnya.
Arief menambahkan pula, bahwa PHMI terus mendorong semangat jurnalis untuk menggali potensi-potensi kepariwisataan negeri ini. “Karena itu memang salah satu visi misi PHMI yang anggotanya adalah kalangan media maupun hotel,” ucapnya.
Setelah sukses menggelar Lomba Karya Jurnalistik tingkat Kota Surabaya, kata Arief, PHMI akan mengadakan lomba serupa tingkat Jawa Timur. “Harapannya, sama seperti yang kami adakan sekarang. Karya-karya para pemenang nanti juga dibukukan dan jadi kado ulang tahun Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.
Para finalis akan diundang di gelaran HUT ke-9 PHMI yang diadakan di Hotel Moscha Surabaya, Selasa (27/2/2024). “Juri akan mengumumkan siapa yang berhak jadi juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Harapan 1, dan Harapan 2,” pungkasnya. wid
















