
Kiri ke kanan : Dokter Dini Adityarini SpA, Hj Arumi Bachsin, dr Adaninggar SpPD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam), dan drg Sulvy Dwi Anggraeni MKes (Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur).
Dia mengatakan, tingginya kesadaran warga Jatim terhadap tindakan 3M sudah tinggi. “Sayang, biasanya baru bergerak setelah ada saudara atau teman kena DBD. Baru mulai cek jentiknya. Inisiatif proteksi diri masih perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi,” pesannya.
815 Kasus Kematian
Kasus DBD/dengue masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Data Kemenkes RI dalam lima tahun terakhir (2018-2022) mencatat, rerata kasus DBD di Indonesia mencapai sekitar 105.763 kasus dengan rerata kematian 815 kasus.
Di tahun 2023, angka kasus dan kematian akibat DBD mengalami penurunan dari tahun 2022. Total kumulatif DBD tercatat 143.266 kasus dengan kematian 1.236 kasus.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, yang diwakili oleh
Dokter Asik Surya MPPM, Ketua Tim Kerja Arbovirus Kementerian Kesehatan RI mengatakan, berdasarkan laporan, angka kasus dan kematian akibat DBD pada tahun 2023 lebih rendah dibandingkan tahun 2022.
















