
Penyelenggara CFF memberi kebebasan sineas untuk berkarya. “Meski tak ada batasan genre khusus, CFF terbagi dalam dua kategori, yaitu film fiksi dan film dokumenter. Semuanya adalah film pendek, dengan durasi maksimal 15 menit,” paparnya.
Sejak dimulainya, CFF telah menarik perhatian para pembuat film, sutradara, penulis skenario, dan penggemar film dari berbagai negara. Dengan program yang beragam, termasuk pemutaran film, seminar, workshop, dan kompetisi, festival ini telah menjadi platform unik untuk bertukar gagasan, berbagi pengetahuan, dan merayakan keberagaman dalam seni perfilman.
Festival ini juga mendapat apresiasi atas dedikasinya untuk memajukan bakat-bakat lokal. Melalui berbagai kegiatan, CFF terus mendukung pertumbuhan industri film lokal, memberikan ruang bagi para sineas muda untuk mengembangkan keterampilan mereka, dan memberikan pengakuan yang layak bagi karya-karya mereka.
CFF juga telah menjalin kemitraan yang kuat dengan lembaga-lembaga terkemuka dalam industri film, baik di dalam maupun di luar negeri untuk meningkatkan kesempatan dan aksesibilitas bagi para pembuat film muda.
Tema ‘Unseen’
Ciputra Film Festival (CFF) yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Bisnis dan Media ini dibuat sebagai bentuk projek hasil akhir mahasiswa, sehingga tiap tahunnya pun mengangkat tema-tema berbeda.
















