
Semua air limbah domestik yang berada di Surabaya, baik itu yang berasal dari rumah tangga ataupun bangunan aset milik pemkot, diolah menjadi satu di IPLT Keputih menjadi pupuk kompos tinja hingga minyak rempah.
Pemkot pun melakukan pelayanan sedot tinja di gedung atau aset yang dikelola pemkot, baik yang ber-IPAL maupun non IPAL. Bangunan aset itu diantaranya ada 17 Sentra Wisata Kuliner (SWK), 24 Rusunawa, 2 Rumah Sakit yakni RSUD Dr Soewandhie dan RSUD BDH, 54 Puskesmas, serta sekolah-sekolah SD dan SMP Negeri.
“Bila septik tanknya penuh, kami melayani melakukan penyedotan. Untuk penyedotan di aset pemkot tidak dikenakan biaya,” ujarnya.
Tri menyebutkan, untuk mempermudah permintaan melakukan perawatan IPAL di lingkungan gedung atau aset milik pemkot, DSDABM menyediakan aplikasi SIMIPAL (Sistem Maintenance Instalasi Pengelolaan Air Limbah).
“Nah, mereka bisa melakukan permintaan penyedotan limbah dan pemeliharaan IPAL, atau misal ada pompa yang rusak, dan juga bisa melakukan permintaan pupuk kompos,” imbuhnya.
DSDABM juga memiliki aplikasi yang disebut Senja (Sedot Tinja). Aplikasi ini digunakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan penyedotan air limbah domestik atau tinja.
















