Bagikan Semangat Kepahlawanan ‘Arek Suroboyo’, Heri Lento Ungkap Fakta Berikut

0
1249


Tetapi ketika dikonfirmasi wartawan, mereka enggan menjawab, dan bahkan mengelak.

“Jangan sebut nama saya. Tetapi sebut saja yang merobek bendera Belanda itu ‘Arek Suroboyo’,” kata Heri Lento mengutip jawaban dua tokoh heroik tersebut.

Contoh lain, lanjut Heri Lento, terjadi saat proklamasi pertama kali dikumandangkan di Jakarta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. “Proklamasinya pagi, sorenya berita itu sampai di Surabaya. Tetapi ada upaya tentara Jepang melarang menyebarluaskan kabar tersebut,” kisah Heri Lento.

Untuk mengelabuhi tantara Jepang, ujar Heri Lento, ada seorang wartawan yang mengumumkan kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu melalui radio dalam Bahasa Madura.

“Siaran radio ini ada yang mendengarkan, namanya Nainggolan kemudian berinisiatif menurunkan bendera Jepang dan menggantinya dengan bendera Merah Putih pada tanggal 19 Agustus,” urainya.

Heri Lento memapar cerita lain. Pada tanggal 21 Agustus, ada sosok bernama Muhammad Yasin yang asal Mandar, Sulawesi dengan berani berinisiatif mengomando warga Surabaya untuk melucuti senjata tentara Jepang.

1 2 3

Comments are closed.