
ILUSTRASI : Teatrikal Refleksi Perobekan Bendera 19 September 1945 di depan Hotel Majapahit Surabaya.
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, kata Heri Lentho, akan hadir dan memerankan tokoh penting yakni Residen Sudirman. Selain teatrikal akan ada suguhan obade yang secara bersamaan bergemuruh menyanyikan lagu-lagu wajib perjuangan.
Heri berharap, teatrikal yang disuguhkan nantinya semakin menumbuhkan jiwa nasionalisme anak muda Kota Surabaya. “Saya berharap bisa membangun dan menciptakan lagi sel-sel nasionalisme dalam diri anak muda untuk membangun kotanya lebih baik ke depannya,” tegas pria Bernama asli Heri Prasetyo ini.
Sementara itu, Hidayat Syah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, drama kolosal berjudul ‘Berkibarlah Bendaraku’ ini untuk mengedukasi masyarakat, terlebih generasi muda mengenai sejarah Kota Pahlawan.
Acara yang sudah berlangsung sejak 2009 tersebut juga menjadi rangkaian menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November. “Refleksi perobekan bendera ini merupakan suatu catatan sejarah bahwa pada tanggal 19 September 1945 ada perobekan bendera di Hotel Majapahit yang dulu bernama Hotel Yamato,” ujarnya.
Ketika itu, lanjut Hidayat, arek-arek Suroboyo melihat Belanda mengibarkan benderannya dan dirobek menjadi Bendera Merah Putih. “Sejarah tersebut harus selalu diingat oleh masyarakat dan bisa menjadi edukasi bagi generasi muda saat ini,” imbuhnya. wid















