Finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Berebut Gelar Terbaik, Nizam: Projeknya Lebih Beragam

“Saya percaya bahwa masa depan sejahtera pasti ada di tangan kalian (para finalis pangeran dan putri lingkungan hidup), karena sejak dini sudah banyak melakukan aksi untuk menjaga lingkungan Kota Surabaya,” tegasnya.
Sementara itu, Dedik Irianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatakan, para finalis sudah mempersiapkan projek lingkungan hidupnya sejak delapan bulan yang lalu.
“Penilaian bukan dilakukan saat ini, tetapi juga terkait keberlangsungan dari projek tersebut. Kami sudah menilai dan melihatnya sendiri projek-projek lingkungan hidup dikerjakan sendiri oleh mereka dan sudah berdampak pada lingkungan di sekitarnya,” ucap Dedik.
Dedik optimistis bahwa projek para finalis Pangput Lingkungan Hidup 2024 akan berdampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan. “Saya berharap apa yang dilakukan para finalis bisa menjadi upaya dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, khususnya di Kota Surabaya ini,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Yusuf Masruh, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya dan masing-masing kepala sekolah hingga guru pembimbing SD dan SMP se-Surabaya.
Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup adalah ajang lomba tahunan untuk para siswa jenjang SD dan SMP yang diselenggarakan Pemkot Surabaya bersama Tunas Hijau sejak tahun 2002 lalu.
Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan hidup melalui aksi berkelanjutan. wid















