
Tempat inap anabul di Hewania disajikan dengan tematik pegunungan sehingga makin nyaman buat satwa kesayangan..
Richard menandaskan, selama bermain para anabul ini tetap dalam pemantauan dokter hewan dan paramedis. “Sehingga jika ada kejadian di luar harapan bisa langsung ditindaklanjuti oleh dokter hewan,” urainya.
Hewania memiliki 50 kamar untuk para anabul ini. Dan setiap kamar ada fasilitas tambahan CCTV yang bisa dilihat langsung juga oleh pemilik selama 24 jam. “Tarif per-kamar Rp 100.000 per-hari, tergantung jenis kamar (kandangnya),” kata Richard kepada iniSurabaya.com.
Tak hanya jenis anjing dan kucing, Hewania juga siap menampung satwa kesayangan lain. “Pengalaman di Jakarta, kami pernah menangani beberapa hewan lain, seperti kura-kura dan musang. Musang ini bahkan sempat inap sampai enam bulan,” cetusnya.
Beri Kesempatan Belajar
Ditemui di tempat yang sama, drh Sancaka Chasyer Rahmandinianto MSi, Wakil Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim 1 berpesan agar eksistensi Hewania di Kota Surabaya ini dijaga keberlanjutannya.
“Jangan sampai setelah berkembang di beberapa titik, tetapi keberlanjutannya tidak terjaga. Ini tentu berdampak pada reputasi,” ucapnya.
Sancaka juga berharap Hewania membuka kesempatan bagi calon dokter hewan untuk belajar. “Karena Hewania punya peralatan yang cukup lengkap sehingga keberadaannya tentu diharapkan dapat memberi manfaat, khususnya yang berkaitan dengan keilmuan,” ujarnya. ap
















