Surabaya Punya 38 Taman Aktif, Tetapi Baru 2 yang Diaudit Tim Kementerian PPPA

0
1583

Myrna mengatakan, selama ini pemkot melalui DLH juga rutin melakukan perawatan hingga menjaga keamanan seluruh taman aktif di Surabaya. Setiap taman aktif di Surabaya memiliki koordinator lapangan yang melakukan pemantauan, baik itu dari segi administrasi hingga fasilitas taman.

Di taman aktif juga terdapat petugas pelaksana lapangan yang setiap harinya merawat tanaman hingga membersihkan area taman. Di samping itu, ada petugas Linmas yang berkeliling setiap waktu untuk memastikan keamanan area taman.

“Jadi petugas tidak hanya di pintu masuk keluar. Tetapi mereka keliling. Mereka memastikan apakah ada orang yang merokok, pacaran, berbuat asusila, membawa minuman keras, membuang sampah sembarangan, atau memastikan apakah ada mainan yang digunakan oleh orang dewasa atau tidak. Nah, itu kami tegur,” tandasnya.

Selain itu, DLH ingin membuat taman aktif di Surabaya menjadi lebih edukatif ke depannya. Misal, lanjut dia, setiap taman aktif akan dilengkapi pengetahuan soal nama-nama tanaman.

Dengan begitu, ketika anak-anak Surabaya berada di taman tidak hanya bermain, tetapi juga bisa belajar. Dia berharap, upaya-upaya yang dilakukan itu bisa mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Dunia dan meraih sertifikasi RBRA ke depannya.

“Harapannya tiap tahun kita tambah, setiap harus ada yang disertifikasikan (RBRA). Kami juga berkolaborasi dengan dinas lain, seperti Dispusip Surabaya, kalau ada perbaikan toilet untuk anak dan jalur disabilitas kami berkoordinasi dengan DPRKPP dan DSDABM, kalau sendiri tidak mungkin bisa selesai,” pungkasnya. wid

1 2 3 4

Comments are closed.