
Kampung Legenda di Surabaya Barat. (foto: dok Humas Pemkot Surabaya)
Selain menikmati suasana, dihadirkan pula hiburan berupa live musik dan kesenian lokal. “Pasarnya memang buka di minggu pertama dan ketiga. Tetapi untuk edukasinya ada setiap hari. Karena kami menggunakan jalan, kalau dipakai setiap hari takutnya menganggu warga yang lain,” ujarnya.
Wawan menekankan, pihaknya berencana menambah berbagai spot baru untuk menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kampung Legenda. Rencana tersebut termasuk mengabungkan wisata antara Lidah Kulon dan Lidah Wetan.
Wisata Air Waduk Slamet
“Kami berharap bisa memiliki Surabaya Barat berbudaya, masing-masing kelurahan menampilkan wisatanya. Kebetulan kampung saya mengangkat Kampung Legenda yang berkembangannya sampai wisata air di Waduk Slamet. Itu projek selanjutnya kerjasama kami dengan Pemkot Surabaya sebagai bentuk intervensi,” paparnya.
Wawan juga berharap perbaikan dan penambahan yang dilakukan nantinya bisa semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kampung Legenda. Sehingga ekonomi masyarakat semakin berkembang.
“Setelah berjalan, dampak ke masyarakat sangat signifikan secara ekonomi. Misalnya saja penjual teh, dalam sehari penghasilannya berkisar Rp200.00. Tetapi kalau ada acara bisa mencapai Rp500.000 sampai Rp700.000. Semoga yang dirasakan warga semakin berkembang,” harapnya.















