
Dr Irwan Dwi Arianto MIkom
Namun ini membutuhkan upaya yang sadar untuk menciptakan ruang digital yang lebih demokratis. Dalam riset saya tentang perilaku komunikasi digital di berbagai platform media sosial, ditemukan bahwa meskipun ruang digital menawarkan potensi untuk dialog dan kolaborasi, ia juga menjadi medan konflik yang memunculkan segregasi sosial.
Kasus kebocoran data di Indonesia menjadi contoh konkret bagaimana transformasi komunikasi digital juga menghadirkan risiko. Sepanjang tahun 2020 terjadi insiden kebocoran data pada platform e-commerce dan lembaga pemerintahan, yang menggarisbawahi pentingnya keamanan data dan regulasi privasi yang lebih ketat.
Tanpa pendekatan holistik yang melibatkan regulasi dan literasi digital, ruang digital hanya akan memperburuk ketidaksetaraan yang ada.
Sinergi Akademisi, Pemerintah, dan Masyarakat
Hasil riset disertasi saya menunjukkan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci untuk menghadapi tantangan komunikasi digital.
Akademisi dapat menyediakan kerangka analitis untuk memahami dinamika komunikasi digital ala Indonesia. Sementara pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan regulasi yang melindungi kepentingan publik.















