
Dr Irwan Dwi Arianto MIkom
Pendekatan kritis terhadap komunikasi digital harus mempertimbangkan bagaimana kekuatan kapitalisme digital memengaruhi produksi, distribusi, dan konsumsi informasi.
Hasil dari beberapa riset saya di Laboratorium Integrated Digital –UPN ‘Veteran’ Jawa Timur juga mengungkapkan bahwa teknologi digital, alih-alih menjadi alat netral, sering kali mereproduksi dan bahkan memperparah ketidaksetaraan yang sudah ada.
Contohnya dapat kita lihat dalam kasus lonjakan kekerasan berbasis gender online (KBGO) di Indonesia. Pada triwulan pertama tahun 2024, SAFEnet melaporkan 480 kasus KBGO, dengan korban terbanyak berasal dari kalangan remaja.
Kasus ini menunjukkan bahwa ruang digital dapat menjadi tempat reproduksi kekerasan sosial, yang mencerminkan bias dan ketidaksetaraan dalam penggunaannya.
Komunikasi Digital untuk Transformasi Sosial
Sebagai akademisi dan praktisi yang telah lama bergelut dengan teori dan praktik komunikasi digital, saya melihat bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk transformasi sosial.















