
Dokter Lydia Nuradianti SpM (K), sedang mendampingi petugas saat memeriksa pasien di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra Sidoarjo.
Deteksi sejak dini menjadi kunci utama untuk menghindari terjadinya kebutaan akibat glaukoma. “Glaukoma itu penyakit menurun bukan menular. Pasien biasanya dari bapaknya, ibunya, sepupunya, saudara sedarah ada yang menderita glaucoma,” ujarnya.
Dokter Lydia mengungkapkan penderita glaukoma diperkirakan terus meningkat. Tahun 2020 tercatat 76 juta, di tahun 2030 diperkirakan mencapai 95,4 juta.
Selain faktor riwayat keluarga, glaukoma juga bisa disebabkan oleh trauma mata, katarak, diabetes mellitus, dan hipertensi. ap
















