Bisnis Perhotelan di Surabaya Sudah di ‘Lampu Merah’, Firman S Permana: Ini Lebih Buruk daripada Pandemi Covid-19

0
1541

iniSURABAYA.com – Para pengusaha perhotelan di Jawa Timur, khususnya Surabaya menyesalkan minimnya respons Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jawa Timur menyusul dampak negatif akibat kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.

Padahal sejak diberlakukan Januari 2025, kebijakan efisiensi tersebut membuat bisnis perhotelan nyaris tidak bergerak. “Kondisi saat ini jauh lebih buruk daripada saat pandemi (Covid-19),” tegas Firman S Permana, Koordinator PHRI BPD Jawa Timur Area Surabaya kepada iniSurabaya.com, Selasa (22/4/2025).

Saat pandemi, lanjut Firman, seluruh pergerakan masyarakat memang dibatasi. “Ini tidak ada penutupan jalan, tetapi dampak buruknya sama. Karena tidak ada tamu yang datang,” tandasnya.

Menurut Firman, kebijakan efisiensi itu tak hanya membuat jajaran kementerian membatasi kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di hotel, seperti meeting, bimtek, dan sejenisnya.

“Mirisnya, hal yang sama juga terjadi pada dunia usaha swasta. Mereka juga ‘wait and see’. Para pengusaha pun menunggu momen,” urainya.

1 2 3 4

Comments are closed.