Dirilis Tepat 1 April, ‘Setelah Tanpa Deadline’ Jadi Ajang Silaturahmi Para Mantan Wartawan Surabaya Post

0
1490


Temanya sangat beragam. Bentuknya ada yang puisi konvensional, puisi naratif, puisi esai, geguritan, parikan, bahkan ada puisi khas Jepang haiku dan senryu.

‘Setelah Tanpa Deadline’ dipilih sebagai judul buku lantaran selepas dari SP dan memasuki usia senja, para mantan merasa hidupnya sudah tak lagi diuber-uber tenggat waktu seperti saat kerja dulu.

Berita Presklaar
Tjuk Suwarsono yang dianggap ‘suhu’ jurnalistik para wartawan SP dalam catatan pengantarnya menyatakan, sebagai koran sore wartawan SP dihadapkan pada pola kerja cepat.

Tidak seperti koran pagi. Himpitan waktu butuh pola berpikir dan teknologi serba bergegas, dituntut sigap berpikir dan bertindak rikat. Butuh penulisan beres tanpa editing (presklaar, fit to print), nir-kesalahan.

Namun yang dikembangkan SP tidak hanya kecepatan. Jurnalisme adalah sebuah gaya (style), sebuah sikap dan pilihan ekspresi, bahwa komunikasi tak berhenti sebatas narasi atau sajian visual.

1 2 3 4

Comments are closed.