
Dr Ir Esther Irawati Setiawan SKom MKom
Sementara Multi-agent System, yaitu Agen AI yang melibatkan banyak agen yang bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.
Esther menekankan, salah satu fokus utama presentasinya adalah Agent Development Kit (ADK) dari Google. “Sebuah kerangka kerja Python open-source yang dirancang untuk menyederhanakan pengembangan, orkestrasi, dan penyebaran agen AI dan sistem multi-agen,” tandasnya.
Menurut Esther, ADK memiliki beberapa fitur inti, yaitu Model-Agnostic (agen yang tidak terikat pada model AI tertentu), Deployment-Agnostic yang dapat diterapkan di berbagai lingkungan, dan Compatible yang dibangun untuk bekerja dengan kerangka kerja lain.
Esther juga memaparkan langkah-langkah praktis untuk membangun agen dasar menggunakan ADK, mulai dari meninjau agen yang kompatibel, menyusun struktur folder, mengatur lingkungan Python, mendapatkan kunci API Gemini, hingga menjalankan dan meninjau agen tersebut.
Lebih lanjut, presentasi ini membahas berbagai penggunaan ADK lainnya, seperti penggunaan tools, LiteLLM untuk mengimpor LLM lain, dan structured output dengan Pydantic. Konsep-konsep penting dalam ADK seperti Session, State, & Runner, Persistent Storage, Multi-Agent, dan Callbacks juga dijelaskan secara rinci.
















