Antisipasi Musim Kering, Syngenta Luncurkan NK Perkasa Sakti

Adapun realisasi penggunaan benih jagung bersertifikat pada tahun 2024 sebesar 191,81 persen, mengalami pertumbuhan 14,89 persen dibanding tahun 2023 sebesar 176,92 persen.
Tahun ini, pemerintah menetapkan sasaran produksi jagung sebesar 16,68 juta ton pipilan kering dengan KA 14 persen, dari luas tanam seluas 4,26 juta ha. Sedangkan alokasi bantuan benih jagung sebesar 300.000 ha.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Syngenta Indonesia yang telah menghasilkan banyak varietas jagung hibrida yang digunakan petani yang tentunya sangat bermanfaat bagi pengembangan varietas jagung hibrida di Indonesia, ” katanya.
Gunawan menegaskan benih merupakan komponen utama dalam produksi tanaman. Pemerintah terus mendukung pengembangan varietas-varietas baru. Hingga saat ini telah dilepas varietas jagung hibrida sebanyak 371 varietas.
Karena varietas-varietas tersebut merupakan hasil teknologi tinggi dengan menggunakan sarana prasarana yang relatif membutuhkan biaya cukup besar, maka pemerintah terus mendorong swasta untuk merakit dan mengembangkan varietas-varietas tersebut.

















