
Wina Bojonegoro (tengah) dan sang suami, Yoes Wibowo bersama para perupa seni instalasi saat launching buku ‘Lima Jam Selepas Pukul Lima’. (foto-foto: dok)
iniSURABAYA.com | PASURUAN – Sore belum benar-benar beranjak ketika rumah di Dusun Semambung, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, mulai dipenuhi karya seni, percakapan sastra, dan suara pembacaan cerpen.
Di rumah sekaligus markas Yayasan Omah Padma Nusantara itu, Sabtu (29/8/2026), Wina Bojonegoro merayakan 38 tahun perjalanan kreatifnya dengan cara yang cukup berbeda. Bukan sekadar meluncurkan buku, ia mengajak para tamu masuk ke ruang perjumpaan antara sastra dan seni rupa melalui Instalasi Sastra 2026.
Momen tersebut sekaligus menandai lahirnya buku ke-11 Wina, ‘Lima Jam Selepas Pukul Lima’. Buku ini menjadi antologi cerpen dwibahasa pertamanya yang mempertemukan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam sembilan cerita.
Sejumlah instalasi seni karya perupa dari Sidoarjo, Pasuruan, Tuban, dan Nganjuk turut menghiasi kawasan rumah Wina. Karya Abimanyu, Anang Petong, Febri Ardiansyah, Gufron Derik, Syska La Veggie, Toyol Dolanan Nuklir, Yoes Wibowo, dan Zaki Amr dipamerkan di berbagai sudut, mulai taman, bawah pepohonan, hingga teras perpustakaan.
Pameran tersebut dikuratori Yudha Prihantanto. Kolaborasi sastra dan seni rupa itu digagas Yoes Wibowo, suami Wina yang juga seorang pelukis. Alhasil, rumah yang selama ini menjadi ruang tinggal sekaligus ruang berkegiatan budaya berubah menjadi semacam galeri terbuka.
















