
Sejak awal beroperasi sampai dengan Juni 2025, Layanan Kereta Cepat Whoosh telah melayani lebih dari 10 juta penumpang.
Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk dukungan pemerintah pusat dan daerah, pemegang saham, serta mitra pembangunan. Kontribusi integrasi dengan moda lainnnya seperti fasilitas kereta api feeder, integrasi dengan LRT Jabodebek, layanan bus, dan taksi juga berperan besar dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Selain itu, keberhasilan operasional Whoosh turut mencerminkan keberhasilan alih teknologi ke tenaga kerja nasional. Seluruh aspek pengoperasian kini telah dijalankan sepenuhnya oleh SDM Indonesia, menandai kemajuan nyata dalam penguasaan teknologi tinggi di sektor transportasi.
Dari sisi lingkungan, hasil studi dari Pusat Polar Universitas Indonesia menunjukkan bahwa emisi karbon Whoosh hanya 6,9 gram CO₂ per-penumpang per-kilometer, jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang mencapai 12,7 gram CO₂.
Dengan demikian, Whoosh berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 54 persen dan menekan potensi kerugian ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas sebesar Rp2,91 miliar per-tahun.
















