
Cynthia Lamusu (kanan) d tengah acara talkshow usai special screening film Lyora: Penantian Buah Hati di Studio XXI Pakuwon Mall Surabaya.
Dokter spesialis kandungan Morula IVF Jakarta ini mengatakan yang datang untuk konsultasi kehamilan lebih banyak adalah sang istri.
“Saya punya pasien yang sudah jalani perawatan 5-6 tahun. Tetapi, suaminya tidak pernah mau datang. Padahal pemeriksaan pada suami juga penting,” imbuhnya.
Menurut dr Benediktus Arifin, program bayi tabung bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan buah hati. “Program hamil ada tiga. Jika cara alami dan inseminasi tidak berhasil, langkah akhirnya adalah (program) bayi tabung,” katanya.
Virgie Baker, produser film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ menyatakan hal senada. “Dalam keluarga, kalau tidak punya anak, pasti perempuan dulu yang diomongin dan disalahkan. Untuk itu, film ini hadir sebagai teman dan penyemangat dari para pejuang garis dua,” ucapnya seusai penayangan film.
Film yang tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2025 ini mengisahkan Meutya (Marsha Timothy), seorang wanita karier dengan segala kesibukannya, berusaha memiliki keturunan di usianya yang sudah tidak lagi muda.
Bersama suaminya, Fajrie (Darius Sinathrya), mereka menjalani berbagai program kehamilan, salah satunya bayi tabung. Dalam perjalanannya mengikuti program tersebut, Meutya dan Fajrie menghadapi lika-liku hidup penuh kegagalan dan rasa kehilangan yang mendalam, namun tidak pernah pupus dari perjuangan dan pengharapan. ap

















