Sunan Ampel Pernah Jadi Adipati di Surabaya? Simak Faktanya di Gelaran ‘Napak Tilas Peradaban Ampel Denta’

Pungky Kusuma, Cluster GM Quds Royal Hotel Surabaya dan Quds Express Hotel Syariah Jakarta (ke-4 dari kiri) bersama jajaran Kelurahan Ampel, Babinsa Koramil 0830/02 Semampir, Babinkamtibmas, dan Polsek Ampel. (foto: IST)
iniSURABAYA.com – Sosok Sunan Ampel sebagai salah satu wali, terutama dalam kaitan penyebar agama Islam di Tanah Air tentu sudah sangat dikenal masyarakat. Namun, selain sebagai tokoh agama Islam, pemilik nama asli Ali Rahmatullah ini juga seorang pedagang dan bahkan pernah jadi Adipati di Surabaya.
Putra Syekh Ibrahim As-Samarqandy dengan Dewi Candrawulan ini dipercaya sebagai Adipati di Surabaya menggantikan Arya Lembu Suro.
Hal ini tertuang dalam catatan Sedjarah Regent Soerabaja yang berbunyi,”Punika panjenengan ing kabupaten surapringga, kangjeng sinuhun ngampeldenta, nami pangeran rahmat, juluk seh mahdum, seda kasareaken ing ngampel”.
Sisi kehidupan yang belum banyak diketahui masyarakat tersebut akan dikupas tuntas dalam rangkaian acara ‘Napak Tilas Peradaban Ampel Denta’ yang berlangsung selama tiga hari (Jumat-Minggu, 8-10/7/2025).
Kegiatan yang digelar Quds Royal Hotel Surabaya bersama iniSurabaya.com dan Komunitas Puri Aksara Rajapatni ini sekaligus untuk merayakan Hari Kemerdekaan ke-80 RI. Sarasehan budaya tersebut akan dihadiri stakeholeder kebudayaan, kesenian, keagamaan, dan kalangan akademisi.
















