Tidak Hanya Tanda Dimulainya Proses Belajar, Begini Komentar Isa Anshori terhadap Pelaksanaan MPLS di Kota Surabaya

“MPLS yang humanis dan inklusif memberikan pesan sejak awal, bahwa setiap anak punya potensi, dan setiap potensi bisa diasah, bukan dibatasi oleh label pintar atau tidak pintar,” imbuhnya.
Melalui pemahaman belajar growth mindset, ia menambahkan, juga memberikan ruang bagi guru dan orang tua untuk melihat pendidikan sebagai proses panjang yang butuh dukungan, namun bukan tekanan.
Dengan menyambut hari pertama sekolah secara kolaboratif, dapat menanamkan keyakinan bahwa anak-anak boleh gagal, boleh takut, tapi tidak boleh menyerah.
“Mereka perlu tahu bahwa sekolah adalah tempat aman untuk belajar, bukan hanya untuk menguasai pelajaran, tetapi untuk tumbuh sebagai manusia,” cetusnya.
Maka dari itu, pemerhati pendidikan anak itu berharap, MPLS di Surabaya bisa menjadi contoh baik bagaimana kebijakan, nilai-nilai pendidikan, dan peran komunitas dapat berpadu dalam satu semangat membangun generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh dan percaya diri.
“Pendidikan sejati bukan tentang siapa yang tercepat sampai di garis akhir, tetapi siapa yang tidak berhenti bertumbuh. Karena masa depan bukan hanya dibentuk oleh kurikulum dan buku teks, tapi juga oleh pelukan orang tua di pagi hari, doa dari guru yang tulus, dan lingkungan sekolah yang memanusiakan anak-anak kita,” pungkasnya. wid
















