Tidak Hanya Tanda Dimulainya Proses Belajar, Begini Komentar Isa Anshori terhadap Pelaksanaan MPLS di Kota Surabaya

Harmoni antar-Jenjang dan Pembentukan Karakter
Pada pelaksanaan MPLS tahun ini, Isa sempat menilik sejumlah sekolah negeri dan swasta di Surabaya. Yang pertama, ia berkunjung ke sekolah swasta di Yayasan Baiturrahman Surabaya. Di yayasan yang membina sekolah TK, MI, SMP, dan SMA itu, dirinya melihat sebuah harmoni antar-jenjang.
“Di yayasan sekolah tersebut, siswa dikumpulkan di masjid, melaksanakan salat berjamaah, lalu diberi pengarahan yang menyentuh nilai spiritualitas, disiplin, dan tanggung jawab. Pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa MPLS bukan hanya pengenalan fisik ruang sekolah, tapi juga pembuka jalan menuju pembentukan karakter,” urainya.
Tidak hanya di lingkungan sekolah swasta, Isa mengungkapkan, di sekolah negeri SDN Kaliasin I, SDN Tanah Kali Kedinding, dan SDN Sidotopo juga tampak nyata rasa gotong royong antara orang tua murid dengan guru di MPLS kali ini.
“Tampak gambaran keterlibatan emosional orang tua dalam proses pendidikan anak-anaknya. Ini adalah bentuk nyata dari gotong royong dalam dunia pendidikan,” paparnya.
Yang menarik, kata Isa, suasana ini tidak terjadi begitu saja. Hal ini karena adanya Surat edaran (SE) Wali Kota Surabaya yang disampaikan melalui Dinas Pendidikan agar para orang tua mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah, serta kebijakan pelonggaran jam kerja bagi para pekerja, benar-benar direspons secara positif oleh masyarakat.
















