
Masih dalam kerangka masa lalu, Yanz Haryo Darmista menyuguhkan karya bertajuk ‘Kenangan di Gapura Munggah’.
Melalui goresan kuasnya, Yanz membawa ingatan-ingatan di salah satu sudut di Ampel. Seperti yang tampak dari hiasan inskripsi yang diperkirakan berasal dari kisaran 1539.
Dan gapura yang menjadi salah satu pintu masuk menuju makam Sunan Ampel di sisi selatan itu memang tak pernah pudar keagungannya.
Tak jauh dari seputaran objek masjid, Evrie menghadirkan lukisan berjudul ‘Menuju Langkah Sunan’. Wanita yang piawai membuat kukis itu mengangkat peran seorang wali besar yakni Ali Rahmatullah atau yang dikenal dengan Sunan Ampel yang menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa.
“Serupa panggilan ke Tanah Suci, Masjid Ampel bagai magnit yang kuat bagi mereka yang ingin mengikuti amalan sunan,” ucapnya.

















