
“Untuk itu, kami mendukung inisiatif anti-penipuan (Anti-scam) terbaru dari ASEAN Foundation. Kami percaya, cara paling efektif untuk mengatasi masalah lintas negara yang kompleks ini adalah melalui kolaborasi menyeluruh dengan masyarakat,” tandasnya.
Wilson White menekankan, dengan melibatkan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil, inisiatif ini akan memberdayakan komunitas, memperkuat ketahanan digital jangka panjang, sekaligus menciptakan ruang daring yang lebih aman dan terpercaya bagi jutaan orang di kawasan ini.
Dengan proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai USD 1 triliun pada 2030, inisiatif ini menjadi langkah penting menuju terciptanya masa depan digital yang lebih aman dan terlindungi bagi semua.
Program ini dirancang untuk hadir dekat dengan masyarakat, mulai dari ruang kelas, balai komunitas, hingga ruang keluarga dan dunia maya. Melalui pelatihan serta perangkat yang disesuaikan budaya, bahasa, dan situasi nyata di masing-masing negara, program ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan, rasa percaya diri, dan dukungan yang mereka perlukan untuk melindungi diri sendiri serta orang-orang terkasih dari ancaman penipuan daring. ana
















