
Kristy Nelwan, Head of Communication and Chair EDI (Equity, Diversity, and Inclusion) Brand Unilever Indonesia.
Kristy meyakini, media lokal memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial. Dia mencontohkan bagaimana media bisa membantu pembacanya memahami isu-isu kompleks seperti disabilitas atau tantangan hidup bagi mereka yang lingkungannya tidak selaras.
Kristy menekankan pula pentingnya kolaborasi dalam mengatasi isu-isu besar seperti sampah plastik. “Nah, bagaimana cara kita mendorong untuk berkolaborasi di lokal maupun di nasional. Seperti bagaimana kita bisa memilah persoalan sampah plastik,” ujarnya.
Unilever –sebagai perusahaan besar, kata Kristy, juga berupaya keras agar konsumen memahami nilai-nilai dan isu yang mereka perjuangkan. “Mengenai isu, kami berusaha bisa merangkul audiens yang lebih memahami kemudian mau mengambil aksi,” urainya.
Bahaya Berita Hoaks
Salah satu risiko terbesar di era informasi saat ini adalah penyebaran berita hoaks. Kristy Nelwan secara tegas menyoroti bahaya ini. “Ada beberapa contoh lowongan kerja, dengan meminta investasi kan itu masuk berita bohong. Kalau kita semua di ruangan ini kita kerja itu tidak meminta investasi di depan,” cetusnya.
Penipuan lowongan kerja fiktif dengan modus permintaan investasi di awal telah merugikan banyak korban setiap tahun. Contoh lain adalah tawaran kuis yang meminta data pribadi sensitif seperti nama lengkap dan detail rekening bank, yang berpotensi menjadi ancaman keamanan data dan keuangan.
















