
Rini Indriyani, Ketua Dekranasda Kota Surabaya memeragakan busana rancangan Gita Orlin bersama para model. (foto: dok Diskominfo Kota Surabaya)
Gita Orlin mengatakan, pemilihan warna dominan seperti marun dan burgundy membuat busana ini dapat digunakan untuk berbagai acara, mulai dari kasual, semi-formal, hingga formal. Ia menandaskan bahwa karyanya cocok untuk Generasi Z karena cutting-nya yang stylish dan menyesuaikan era.
“Kami ingin lebih memperkenalkan Batik Surabaya agar bisa dikenal ke seluruh Indonesia bahkan mungkin mancanegara. Next-nya kita inginnya bisa show-show di luar negeri juga,” cetusnya.
Gita mengaku bahwa motif yang dipilih telah melalui pertimbangan matang, mengingat batiknya akan ditampilkan di modest fashion festival. “Dengan kolaborasi ini, kami ingin mendukung para UMKM Kota Surabaya. Karena batik yang digunakan berasal dari perajin lokal seperti Batik Saraswati dan lainnya,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Kota Surabaya memiliki 12 motif batik yang sudah dipatenkan, yakni Skena Surabaya, Pesona Mangrove Wonorejo, Banyu Semarak, Tjap Toendjoengan, Gereget Rel Pasar Turi, Suroboyoan, Batik Abhiboyo, Batik Gembili Wonokromo, Batik Kembang Bungur, Batik Remo Surabayan, Batik Sparkling Taste of Surabaya, dan Batik Kintir-Kintira. wid
















