
ILUSTRASI: Prostitusi digital (foto: IST)
iniSURABAYA.com – Ketika Eri CahyadiWali Kota Surabaya menegaskan tekadnya untuk menertibkan bekas lokalisasi Dolly –dan juga Moroseneng— dari praktik prostitusi gelap, tindakannya seperti kebingungan membaca zaman.
Betapa prostitusi telah bermetamorfoses secara digital. Salah satu buktinya adalah hotel dijadikan ruang eksekusi. Eri ibarat menonton perang dari belakang layar kaca tetapi merasa sedang memimpin pasukan.
Ketika agama-agama besar -Yahudi, Kristen, Islam- menguat, pelacuran memasuki fase moral yang lebih rumit. Di satu sisi, ia dilarang sebagai dosa. Di sisi lain dipertahankan sebagai ‘dosa yang diperlukan untuk menghindari dosa yang lebih buruk’.
Fenomena Paling Tua
Sejarah peradaban manusia adalah sejarah tentang kebutuhan, kekuasaan, dan cara manusia menata tubuhnya dalam struktur sosial. Dalam alur sejarah sepanjang itu, pelacuran muncul sebagai fenomena yang paling tua, paling bertahan, dan paling sulit diberantas.
Tidak ada satu pun peradaban besar yang luput dari kehadirannya, baik sebagai institusi ekonomi, ritual religi, maupun jaringan bawah tanah yang bertahan dalam perubahan zaman.
















