Catatan Khusus: Metamorfose Pelacuran Era Digital

0
769

‎Digitalisasi Prostitusi
‎Penutupan lokalisasi tidak menghentikan pelacuran. Ia hanya mendorongnya untuk bermetamorfosis. ‎Kini di Jawa Timur, fenomenanya berubah drastis:

‎1. Prostitusi motor (mobile sex work)
‎Pramu nikmat menerima panggilan, bergerak dengan motor, dan menyelesaikan transaksi dalam hitungan jam. Tidak ada lokasi, tidak ada sentra. Hanya jejak digital yang cepat dihapus.‎

‎2. Migrasi ke hotel-hotel kecil
‎Hotel-hotel mungil menjamur dengan tingkat okupansi mencurigakan tinggi. Bukan oleh wisatawan, tetapi aktivitas short time yang berlangsung nyaris sepanjang hari. Kota tampak rapi, tetapi dinamika pelacuran justru berdenyut di ruang privat yang tertutup rapat dari regulasi.

‎3. Prostitusi berbasis aplikasi
‎Beroperasi melalui platform yang memfasilitasi pertemuan, pesan terenkripsi, atau kode internal. Bukan lagi lorong atau gang sempit, tetapi ruang virtual yang hampir mustahil dijangkau aparat.

‎Dengan kata lain, struktur pelacuran lama runtuh, tetapi jaringannya justru tumbuh lebih cepat dan lebih adaptif. ‎

‎Ilusi Eri Cahyadi
‎Ketika Eri Cahyadi bertekad menertibkan bekas lokalisasi Dolly –dan juga Moroseneng— dari praktik prostitusi gelap, kebijakan itu tampak seperti kebingungan membaca zaman.

1 2 3 4 5 6 7

Comments are closed.