
ILUSTRASI: Prostitusi digital (foto: IST)
Kebijakan yang menyasar lokasi fisik hari ini hanya menyentuh kulit persoalan. Prostitusi modern tidak lagi stasioner. Ia cair, bergerak, dan bersembunyi dalam sistem yang tidak lagi mengenal batas wilayah.
Langkah Eri tampak seperti pahlawan kesiangan. Heroik dalam berita dan advetorial tetapi secara realitas tidak relevan.
Lebih parah lagi, sikap ini menciptakan ilusi bahwa pemerintah ‘berhasil’ mengendalikan situasi, padahal justru gagal membaca metamorfose pelacuran yang terjadi di depan mata.
Sepanjang 5.000 tahun sejarah manusia, satu hal tidak pernah berubah, bahwa pelacuran tidak dapat dihapus, hanya dapat dikelola. Mengabaikan akar masalah hanya memperbesar dampak negatifnya.
Penutupan lokalisasi boleh tampak sebagai prestasi moral, tetapi menghilangkan sistem kontrol kesehatan. Memperluas penyebaran jaringan tak terpantau. Mendorong praktik lebih tersembunyi dan berisiko. Dan, membuka peluang lonjakan penyakit menular.
















