
sekitar 50 desainer dari berbagai daerah gelar karya spektakuler di Surabaa Fashion Parade 2025.
Hal senada dilontaskan Alben Ayub Andal, koordinator SFP 2025. “Riset itu penting bagi desainer agar bisa menyajikan sesuatu yang baru dalam karyanya. Sesuatu yang bermakna dalam sehingga menimbulkan kesan wah bagi mereka yang mengenak rancangan mereka,” cetusnya.
Menurut Alben, SFP adalah wadah bagi tren busana. “Jadi tidak semata ini pertunjukan show. Ini desainer yang tampil. Tetapi menjadi wadah bagi karya-karya yang lahir dari sebuah riset melalui berbagai teknik,” tandasnya.
Alben menambahkan, SFP juga disajikan melalui konsep entertainment yang tinggi. “Bedanya dengan acara fashion sejenis adalah, SFP berikan entertain dan edukasi,” uraiinya.
Kolaborasi dengan IFC
SFP merupakan hasil kerja sama yang solid antara Tunjungan Plaza dan Indonesian Fashion Chamber (IFC), yang terus menghadirkan pembaruan kreatif setiap tahunnya. Sejak partnership ini terjalin pada 2017, SFP terus berkembangan ajang mode yang berkelas, dengan tema-tema yang selalu inovatif, berani, dan relevan dengan perkembangan industri fashion modern.
Tiap tahun, SFP selalu memberikan konsep yang berbeda dan dinamis dengan mengkreasikan banyak elemen; mulai kemegahan sound system, display multimedia modern, dipadu dengan permainan lighting dan koreografi memukau.
“SFP mengharmonisasikan semua menjadi sebuah fashion show spektakuler yang entertaining dan mengagumkan,” tutur Alben. ap

















