
Selain aspek budaya, Pemkot Surabaya dan Dekranasda juga fokus pada kemandirian ekonomi pelaku UMKM. Para perajin dibekali kemampuan pemasaran digital (digital marketing) agar mampu bertahan dan bersaing secara mandiri tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kami menekankan pentingnya perubahan pola pikir atau mindset pantang menyerah. Kesuksesan tidak diraih dalam sekejap, dibutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk mencapai kemapanan,” tegasnya.
Apresiasi Pembatik
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Surabaya dan Dekranasda memberikan penghargaan kepada para pembatik yang konsisten berkarya melintasi zaman. Penghargaan tersebut, antara lain, diterima oleh Putu Sulistiani, perajin batik asal Surabaya dari Galeri Batik Dewi Saraswati.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perintis usaha baru untuk tetap tangguh menghadapi dinamika usaha,” pesannya.
Di kesempatan itu Bunda Rini menyampaikan bahwa produk-produk yang ditampilkan telah melalui kurasi ketat dengan kualitas mumpuni. “Dengan membeli produk UMKM, tidak hanya mendapatkan barang berkualitas, tetapi juga berkontribusi langsung menggerakkan roda perekonomian dan menyambung hidup para perajin kita,” pungkasnya. wid
















