Ketua ISKI Pusat Berharap Buku ‘Untold Stories’ Jadi Panduan bagi PR, Begini Alasannya

Nugroho Agung Prasetyo (kanan) di acara PR Talkshow yang diadakan di Universitas Bakrie, Jakarta.

Setiap bab mengajak pembaca masuk ke cerita di balik panggung layar kaca dan dinamika penonton, bagaimana konten disiapkan, bagaimana krisis muncul tiba-tiba, dan bagaimana seorang PR harus selalu siap menjaga kredibilitas korporasinya.
Bagi generasi muda calon praktisi PR, kata Prof Atwari, buku ini memberi gambaran konkret bahwa PR bukan sekadar mengelola citra, tetapi mengelola kepercayaan di tengah derasnya arus media dan komentar publik.
“Saya berharap buku ini menjadi panduan untuk membentuk praktisi PR yang kreatif, melek teknologi, peka data, dan tetap berpegang pada etika, sehingga mampu menyeimbangkan kepentingan industri kreatif dengan kebutuhan informasi dan perlindungan public,” tandas Prof Atwar yang aktif sebagai pengajar ilmu komunikasi di Universitas Padjajaran ini.
Acara yang mempertemukan stakeholders komunikasi Indonesia lintas generasi ini mencerminkan kebutuhan bersama untuk membaca ulang dinamika komunikasi strategis di era digital yang semakin cepat, sensitif, dan menuntut transparansi tinggi.
Perkuat Literasi Komunikasi
Sementara Agung menyatakan, peluncuran buku ‘Untold Stories’ menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi komunikasi strategis di Indonesia. Ditulis dengan pendekatan personal dan praktis, buku ini memberikan ruang refleksi bagi pelaku industri, praktisi komunikasi, dan generasi muda PR, serta menjadi arsip penting perjalanan komunikasi di industri saat ini.
















