
Sutradara Nia Dinata umumkan produksi film 'Berbagi Suami 20 Tahun Kemudian'. (foto: IST)
Menurut Nia, 20 tahun kemudian tema tersebut masih sangat relevan. “Tetapi wajah dan bentuknya berubah. Lewat film ‘Berbagi Suami: 20 Tahun Kemudian’, saya ingin memperlihatkan bagaimana perempuan kini menavigasi relasi, peran rumah tangga, dan kepercayaan diri di era digital, yakni batas antara privasi dan publik semakin kabur,” tuturnya.
Seperti versi originalnya, film ini kembali menghadirkan tiga kisah perempuan dari latar sosial yang berbeda, masing-masing dengan cara dan konsekuensinya sendiri dalam menghadapi poligami.
Dalam versi 2026, penonton akan mengenal Kamila, Karina, dan Kianti, tiga karakter lintas generasi yang hidupnya saling terhubung melalui situasi tak terduga.
Ketiganya digambarkan dengan sentuhan humor, ironi, dan kehangatan emosional yang menjadi ciri khas karya Nia Dinata.
Didukung oleh Cinematheque Paris, film ‘Berbagi Suami’ (2006) juga akan ditayangkan di La Cinémathèque Paris sebagai bagian dari program Rétrospective Panorama Du Cinéma Indonesiéne pada 13 Desember mendatang.
Lembaga tersebut menampilkan 10 film Indonesia pilihan dari masa ke masa yang dinilai merepresentasikan kekuatan sinema Asia Tenggara dalam menangkap realitas sosial yang kompleks. Film ‘Berbagi Suami: 20 Tahun Kemudian’ dijadwalkan tayang perdana pada tahun 2026. ana

















