
‘Quds Royal Coffee Festival’ mendapat sambutan antusias tamu Quds Royal Hotel Surabaya.

Tamu Quds Royal Hotel Surabaya mengagumi karya lukis yang dipamerkan sambil menikmati secangkir kopi.
Pada saat bersamaan juga digelar pameran lukisan dengan tema atau aliran berbeda. Keempat perupa yang berpameran adalah Eddy Marga, spesialis epic perjuangan Indonesia dalam melawan penjajahan kolonial Belanda.
Juga ada Budi AN yang menoreh kanvasnya dengan objek-objek bersejarah dan bangunan heritage kuno di Kawasan Peneleh Surabaya. Selain itu ada pula karya Lutfi Satako, pelukis beraliran ekspresionisme dan impresionisme.
Pameran lukisan berjudul ‘Bingkai Masa’ yang berlangsung hingga 17 Januari 2026 itu juga memajang karya Dewi Ulantina, pelukis beraliran dekoratif yang cukup produktif dengan berbagai karya bernaunsa ceria.
Pameran lukisan yang berlokasi di Lobby Lounge Quds Royal Hotel Surabaya ini terbuka untuk umum, mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 setiap harinya. Saat penutupan akan digelar acara melukis on the spot terbuka untuk umum dengan objek seorang model perempuan berbusana muslim di lobi hotel.
Prosesi peresmian ‘Quds Royal Coffee Festival’ kian semarak dengan sajian musik keroncong yang dimainkan oleh Guyub Rukun binaan Cak Meimura, tokoh ludruk garingan Surabaya, dan Cak Mulyadi, Ketua DPD Paguyuban Musik Keroncong Indonesia (Pamori) DPD Surabaya. ap
















