
Sasetya Wilutama (kanan) didampingi Imung Mulyanto saat peluncuran buku di Hotel Quds Royal Surabaya.
Demikian pula tokoh cerita pada karyanya yang lain. Ada mantan pembunuh dan pengkhianat yang mencoba bertobat, ada koruptor yang diburu-buru rasa bersalah. Simak pada cerkak ‘Sepatu Ing Ngisor Pot’, ‘Ompong’, dan ‘Getihe Putih’.
Bahkan persaingan bisnis juga dipotret penulis dalam cerkak ‘Dhemite Salon’. Penulis berhasil merefleksikan kehidupan sosial di sebuah desa dengan akurat pada cerpen ‘Mas Doktor Pulang’.
“Hal yang menarik pada cerpen dan cerkak Sasetya Wilutama bukan semata pada alur ceritanya, tetapi kemampuannya menggambarkan tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran, sikap, dan perilaku yang ‘ora umum’, tidak generik,” tutur Imung.
Menyimak cerpen dan cerkaknya, tak salah jika di tahun 90-an Prof Dr Suripan Sadi Hutomo, Guru Besar Unesa menempatkan Sasetya Wilutama sebagai pengarang muda sastra Jawa berbakat. Namanya juga masuk dalam Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern dan Ensiklopedi Sastra Indonesia. ap
















